
MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mencatat realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 tertinggi di Sulawesi Selatan. Hingga akhir Juli 2026, realisasi pendapatan daerah Maros mencapai 52,58 persen.
Capaian tersebut berdasarkan data realisasi pendapatan APBD pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota se-Sulawesi Selatan yang dipaparkan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah di Hotel Gammara, Makassar, Minggu (26/7).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Ferdiansyah, mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan pendapatan, khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Di tengah efisiensi anggaran, tulang punggung keuangan daerah berada pada realisasi pendapatan, khususnya Pendapatan Asli Daerah. Tentu ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja agar target pendapatan APBD Maros dapat tercapai sesuai yang telah ditetapkan,” ujar Ferdiansyah dalam keterangannya, Senin (27/7).
Dengan capaian tersebut, Kabupaten Maros menempati peringkat pertama dari seluruh pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Angka itu juga berada di atas rata-rata realisasi pendapatan daerah Sulsel yang tercatat sebesar 41,07 persen.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dengan realisasi 52,39 persen, disusul Kabupaten Sinjai 51,75 persen, Kota Parepare 50,92 persen, Kabupaten Bulukumba 50,47 persen, serta Kabupaten Sidenreng Rappang 50,15 persen.
Sementara itu, Kota Makassar membukukan realisasi pendapatan sebesar 48,85 persen.
Adapun sejumlah daerah lainnya masih mencatatkan realisasi di bawah 50 persen, di antaranya Kabupaten Takalar 47,08 persen, Kabupaten Bone 45,40 persen, Kabupaten Luwu Utara 44,67 persen, Kabupaten Pinrang 42,51 persen, hingga Kabupaten Gowa yang baru mencapai 27,78 persen.
Data tersebut menunjukkan kinerja pendapatan daerah di Sulawesi Selatan masih cukup bervariasi. Dari seluruh daerah, hanya beberapa yang berhasil menembus realisasi di atas 50 persen, dengan Kabupaten Maros menjadi daerah yang mencatatkan capaian tertinggi hingga akhir Juli 2026.(*)


