
MAMASA — Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Jeneberang Saddang melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang dalam rangka mendukung pelaksanaan Forest Programme IV (FP4) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada 15–17 September 2026 tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat dan Kelompok Tani Hutan (KTH) pelaksana kegiatan FP4, IC FP4, Fasilitator Desa (Fasdes) Mamasa, Fasilitator Wilayah (Faswil) Mamasa, hingga perwakilan Kejaksaan Negeri Mamasa.
Keterlibatan lintas unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan agar berjalan secara partisipatif, transparan, dan sesuai dengan tujuan program.
Kegiatan Sekolah Lapang dibuka langsung oleh Kepala BPDAS Jeneberang Saddang, Abdul Azis, S.Hut., M.Sc., didampingi Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dan KTH mendapatkan penguatan pengetahuan serta keterampilan dalam menerapkan praktik rehabilitasi hutan dan lahan di lapangan. Pendekatan Sekolah Lapang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola kegiatan secara tepat dan berkelanjutan.
Selain aspek teknis, keterlibatan berbagai pihak juga diharapkan memperkuat koordinasi dan pemahaman bersama dalam pelaksanaan FP4, sehingga setiap tahapan kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
BPDAS Jeneberang Saddang terus mendorong keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pemulihan hutan dan lahan. Penguatan kapasitas KTH diharapkan menjadi salah satu langkah dalam menjaga keberlanjutan fungsi daerah aliran sungai (DAS).
Bersama masyarakat, pulihkan hutan dan lahan, wujudkan DAS yang lestari.


