MAKASSAR — Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HIMAKESMAS) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) menyelenggarakan Inaugurasi MEDIVECTA25 pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertempat di Hotel Dalton Makassar. Mengusung tema “Senandika Ragam Budaya”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan identitas dan keberagaman sekaligus menyampaikan pesan kepedulian sosial dan lingkungan melalui seni pertunjukan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat FKM UMI, Bapak Mansur Sididi, SKM., M.Kes., serta Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI, Prof. Dr. Suharni A. Fachrin, S.Pd., M.Kes. Sementara itu, Haekal bertindak sebagai Ketua Panitia Inaugurasi MEDIVECTA25.
Tema “Senandika Ragam Budaya” merepresentasikan suara hati sebagai ungkapan jati diri serta keberagaman budaya, karakter, dan perspektif yang dimiliki setiap individu. Melalui tema ini, MEDIVECTA25 membawa pesan bahwa setiap individu memiliki cerita dan pandangan yang patut dihargai. Keberagaman tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk membangun kepedulian terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Salah satu sorotan dalam kegiatan ini adalah penampilan teatrikal yang mengangkat isu kerusakan hutan adat. Melalui seni pertunjukan, mahasiswa menyampaikan refleksi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta menghargai hubungan antara alam, kehidupan masyarakat adat, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan. Penampilan ini menjadi bentuk ekspresi kritis mahasiswa dalam menyampaikan pesan sosial sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Ketua Umum HIMAKESMAS FKM UMI Periode 2025–2026 menyampaikan bahwa inaugurasi diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan menunjukkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan.
“Bagi saya, Senandika Ragam Budaya bukan hanya tentang bagaimana kita mengenali suara hati dan jati diri, tetapi juga tentang bagaimana suara itu memiliki makna ketika berani menyampaikan sesuatu yang penting bagi kehidupan bersama. Melalui penampilan teatrikal tentang kerusakan hutan adat, MEDIVECTA25 menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir untuk mengekspresikan diri, tetapi juga memiliki ruang dan tanggung jawab untuk menyuarakan persoalan sosial dan lingkungan. Saya berharap semangat ini terus tumbuh, sehingga keberagaman yang kita miliki tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga menjadi kekuatan untuk membangun kepedulian dan menghadirkan perubahan,” ungkapnya.
Pesan tersebut sejalan dengan peran mahasiswa kesehatan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada persoalan kesehatan secara langsung, tetapi juga memahami keterkaitan antara kondisi lingkungan, kehidupan sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Lingkungan yang terjaga merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kualitas hidup. Oleh karena itu, kepedulian terhadap kelestarian alam menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Melalui Inaugurasi MEDIVECTA25, HIMAKESMAS FKM UMI menghadirkan perpaduan antara ekspresi budaya, pembentukan identitas, dan penyampaian pesan sosial. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan serta mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap persoalan di sekitarnya.
Inaugurasi MEDIVECTA25 menjadi pengingat bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk bertumbuh, berkarya, dan berkontribusi bagi masyarakat. Dengan menjadikan keberagaman budaya sebagai kekuatan dan kepedulian sebagai landasan, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan gagasan serta tindakan positif bagi lingkungan dan kehidupan bersama.


