
Makassar -Rabu,1 April 2026 Aksi unjuk rasa mahasiswa terkait dugaan korupsi proyek jalan di Sulawesi Selatan kembali memanas dan berujung ricuh di kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel.
Sebelumnya, massa aksi terlebih dahulu menggelar demonstrasi di kantor Satuan Kerja (Satker) Wilayah I PJN Sulsel. Setelah itu, massa bergerak menuju kantor BBPJN Sulsel untuk melanjutkan aksi dengan tuntutan yang sama.
Setibanya di lokasi, mahasiswa langsung melakukan pembakaran ban di depan kantor sebagai bentuk protes keras terhadap dugaan penyimpangan proyek preservasi jalan di sejumlah daerah. Aksi tersebut memicu ketegangan dengan pihak pengamanan internal.
Situasi mulai memanas ketika terjadi insiden saling dorong antara mahasiswa dan pihak sekuriti, Pegawai Balai yang berjaga di area kantor. Ketegangan semakin meningkat karena sekuriti disebut mendapat bantuan dari sejumlah pegawai balai yang turut mencoba menghalau massa aksi.
Meski sempat ricuh, pihak balai kemudian membuka ruang audiensi diwakili oleh Kabag TU dan memanggil perwakilan mahasiswa untuk berdialog. Namun, suasana kembali memanas di dalam forum setelah salah satu oknum pegawai diduga membentak mahasiswa, yang kemudian memicu reaksi massa di luar hingga terjadi kericuhan lanjutan.
Aparat keamanan yang berada di lokasi berupaya mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi bentrokan lebih besar. Massa aksi pun secara bertahap dapat ditenangkan, meski ketegangan masih terasa hingga akhir kegiatan.
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan tuntutan agar aparat penegak hukum segera mengusut dugaan korupsi proyek Preservasi jalan Jeneponto – Bantaeng -Bulukum- Sinjai tahun anggaran 2025 PPK.1.1, dan Menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kelebihan Pembayaran atas Kekurangan Volume Senilai Rp.3.304.519.288,06 Pada Pekerjaan Preservasi Tarumpakae -Bts Kabupaten Luwu II (Segmen II) Proyek multiyears Tahun Anggaran 2022-2024 serta memeriksa pejabat terkait yang diduga terlibat.
Jenderal lapangan aksi,Kaharuddin, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak akan berhenti sampai ada langkah konkret dari pihak berwenang. Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa akan melakukan konsolidasi besar-besaran di berbagai kampus di Kota Makassar guna mempersiapkan aksi lanjutan.
“Kami akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar. Jika tuntutan kami tidak diindahkan, kami akan mengepung kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan dan mendesak pencopotan Kepala Satker PJN 1, PPK 1.1, PPK 1.5 serta Kepala Balai Besar Jalan Nasional Sulawesi Selatan,” tegas Kaharuddin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak BBPJN Sulawesi Selatan terkait rangkaian insiden yang terjadi selama aksi berlangsung. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga tuntutan mereka dipenuhi.(*)


