
Takalar – Polemik meninggalnya seorang pasien bernama Hasniah Dg. Ngai di RSUD Padjonga Dg. Ngalle Kabupaten Takalar kembali mencuri perhatian publik setelah pihak keluarga mengungkap dugaan kelalaian medis, mulai dari kehabisan oksigen hingga lambatnya respons petugas saat penanganan berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, manajemen RSUD Padjonga Dg. Ngalle Kab. Takalar akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Direktur RSUD, dr. Ruslan, menegaskan bahwa tuduhan terkait kelalaian tenaga medis tidak benar dan seluruh proses penanganan pasien telah mengikuti prosedur yang berlaku.
“Pelayanan medis terhadap pasien sejak masuk hingga dinyatakan meninggal dunia telah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Tidak benar jika disebut kekurangan oksigen atau pasien tidak tertangani,” tegas dr. Ruslan.
Ia menjelaskan, sejak pertama kali datang hingga akhir penanganan, pasien tidak pernah meninggalkan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Seluruh kebutuhan oksigen di ruang IGD dipasok melalui sistem oksigen sentral yang terus dipantau secara ketat oleh petugas medis.
“Berdasarkan SOP, IGD tidak boleh mengalami kekosongan oksigen, obat-obatan, maupun alat penunjang lainnya. IGD merupakan titik paling krusial dalam penanganan darurat, sehingga pelayanan harus optimal karena merupakan fase awal yang menentukan hidup mati pasien,” tambahnya.
Pihak rumah sakit juga mengungkap bahwa dokter penanggung jawab pasien telah memberikan laporan medis lengkap kepada manajemen. Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa pasien datang dengan kondisi asma akut berat, sebuah kondisi medis yang dapat memburuk dengan sangat cepat meskipun tindakan emergensi sudah dilakukan sesuai standar.
Lebih lanjut, manajemen menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah dan memastikan komitmen RSUD Padjonga Dg. Ngalle Kab. Takalar untuk terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan serta menghadapi polemik ini secara terbuka dan profesional.
(TS)


