
Luwu Utara – Kegiatan ini di lakukan di aula lagalilo dan dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, dan dihadiri oleh jajaran terkait, termasuk BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, camat, dan lurah se-Luwu Utara,Senin 2/03/2026
Karena kesehatan adalah kebutuhan dasar. Jangan sampai ada warga yang kesulitan berobat hanya karena persoalan administrasi atau data yang belum sinkron.
Bupati menegaskan, daerah lebih memahami kondisi riil masyarakat. Karena itu, camat dan lurah diminta turun langsung melakukan verifikasi faktual agar warga yang memang layak tetap mendapatkan jaminan kesehatan.
Bagi warga yang kepesertaannya dinonaktifkan tapi masih layak menerima bantuan, Pemda menyiapkan langkah:
Pengusulan kembali melalui DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)
Pemutakhiran dan validasi data di tingkat desa/kelurahan
Koordinasi aktif dengan BPJS Kesehatan agar perlindungan tetap berlanjut
Semua ini adalah bagian dari komitmen menuju Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat Luwu Utara punya akses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.
Mencegah warga kurang mampu kehilangan akses berobat
Data sosial masyarakat lebih akurat dan terbarui
Pelayanan kesehatan lebih merata dan tepat sasaran
Memperkuat koordinasi pusat dan daerah
Meningkatkan rasa aman masyarakat soal jaminan kesehatan
Jika ada keluarga, tetangga, atau warga yang mendapati BPJS PBI-nya tidak aktif, segera laporkan ke pemerintah desa atau kelurahan untuk diverifikasi.
Karena bagi kami, tidak boleh ada warga Luwu Utara yang tertinggal dalam urusan kesehatan.
Lap:Rian


