
MAKASSAR — Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar terus mendorong peningkatan kualitas penelitian dan karya ilmiah taruna di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Salah satu upaya tersebut dilakukan Program Studi Teknika melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penyusunan Tugas Akhir/Skripsi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah PIP Makassar dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus membekali taruna dengan kemampuan memanfaatkan AI secara tepat, efektif, dan bertanggung jawab dalam proses akademik dan penelitian.
Bimtek menghadirkan Prof. Yusring Sanusi Baso, S.S., M.App.Ling. dari Universitas Hasanuddin sebagai narasumber utama. Dalam kegiatan tersebut, para taruna mendapatkan pemahaman mengenai berbagai potensi pemanfaatan AI untuk mendukung proses penyusunan karya ilmiah.
Pemanfaatan AI dapat membantu taruna dalam menemukan dan mengembangkan ide, mengolah informasi, menyusun kerangka tulisan, hingga meningkatkan efektivitas proses penelitian. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap harus dilakukan secara kritis dengan memperhatikan integritas akademik.
AI tidak ditempatkan sebagai pengganti proses berpikir dan analisis peneliti, melainkan sebagai alat bantu yang dapat mendukung proses akademik. Karena itu, taruna tetap dituntut untuk melakukan verifikasi informasi, mengembangkan pemikiran kritis, serta memastikan karya ilmiah yang dihasilkan memiliki orisinalitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kegiatan ini, PIP Makassar berharap para taruna Program Studi Teknika semakin siap menghadapi tantangan pendidikan dan industri maritim di era digital. Penguasaan teknologi diharapkan dapat berjalan seiring dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta komitmen terhadap etika dan integritas akademik.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen PIP Makassar untuk terus menghadirkan inovasi dalam proses pendidikan dan penelitian guna mencetak sumber daya manusia pelayaran yang kompeten, adaptif, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan industri maritim di masa depan.


