
Makassar, 5 Februari 2026 — Koalisi Lintas Mahasiswa kembali menggelar Aksi Jilid III di depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Makassar, Kamis (5/2). Aksi lanjutan ini dilakukan karena tuntutan pada aksi sebelumnya tidak mendapatkan respons serius dari pihak Dinas Kesehatan Kota Makassar terkait dugaan penyimpangan anggaran Tahun Anggaran 2025.
Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Irwansyah selaku Jenderal Lapangan. Massa aksi menyampaikan orasi secara bergantian serta melakukan aksi simbolik pembakaran ban bekas di depan gerbang kantor sebagai bentuk kekecewaan terhadap lemahnya komitmen transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Dalam keterangannya, Irwansyah menegaskan bahwa terdapat dugaan ketidakwajaran anggaran belanja makan dan minum rapat Dinas Kesehatan Kota Makassar Tahun Anggaran 2025 senilai Rp544.050.000 dengan satuan harga Rp39.000 per box, yang dinilai tidak rasional dan berpotensi terjadi mark up. Selain itu, pengadaan Belanja Modal Alat Rumah Tangga (Home Use) juga dinilai tidak memiliki urgensi langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut Koalisi Lintas Mahasiswa, pengadaan tersebut tidak disertai spesifikasi kebutuhan yang jelas, minim transparansi, serta berpotensi melanggar prinsip efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.
Dalam Aksi Jilid III ini, massa menyampaikan tuntutan sebagai berikut:
1. Mendesak Inspektorat Kota Makassar dan APIP segera melakukan audit investigatif terhadap seluruh belanja makan-minum rapat dan pengadaan Belanja Modal Alat
Rumah Tangga Dinas Kesehatan Kota Makassar Tahun Anggaran 2025.
2. Mendesak aparat penegak hukum memeriksa dan memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan kegiatan tersebut.
3. Menuntut dibukanya seluruh dokumen pengadaan kepada publik secara transparan.
Mendesak Wali Kota Makassar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Koalisi Lintas Mahasiswa menegaskan bahwa Aksi Jilid III ini bukan akhir, dan mereka siap kembali menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar apabila tuntutan tidak segera ditindaklanjuti.


