
Makassar – Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar melaksanakan peninjauan progres pelaksanaan penimbunan lahan budidaya maggot di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa, Kecamatan Manggala, serta peninjauan progres penimbunan lahan Edufarm di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sudiang, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Kepala Bidang Pertanian, Tim Pendamping Kejaksaan, perwakilan Polda Sulawesi Selatan, Tim Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta Konsultan Perencanaan.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan kendala di lapangan guna menjamin kualitas hasil pekerjaan.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia Arsyad menegaskan pentingnya pengawasan dan pendampingan secara berkelanjutan agar pembangunan sarana pendukung program pertanian dan perikanan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pembangunan fasilitas budidaya maggot dan kawasan Edufarm ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat program Urban Farming Terintegrasi. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan agar hasilnya maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kawasan budidaya maggot di RPH Tamangapa nantinya akan menjadi salah satu pusat pengelolaan sampah organik yang terintegrasi dengan kegiatan budidaya maggot sebagai solusi pengurangan volume sampah sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi. Sementara itu, pengembangan Edufarm di BPP Sudiang diharapkan menjadi pusat edukasi, pelatihan, dan percontohan pertanian perkotaan bagi masyarakat.
Melalui pembangunan kedua fasilitas tersebut, Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, meningkatkan ketahanan pangan daerah, serta mendorong terwujudnya program Makassar Mulia melalui pengembangan Urban Farming Terintegrasi.


