
Makassar – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar terus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan melalui fasilitasi penelitian akademik. Salah satunya melalui penelitian Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) yang dilaksanakan di Lapas Kelas I Makassar, Sabtu (12/9/2026).
Penelitian berjudul *“Regulasi Emosi sebagai Mediator dalam Hubungan antara Adverse Childhood Experiences dan Perilaku Antisosial”* ini bertujuan melihat keterkaitan pengalaman masa kanak-kanak, regulasi emosi, dan perilaku antisosial, khususnya perilaku impulsif pada individu dewasa.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan tiga instrumen psikologi, yaitu regulasi emosi sebanyak 18 pertanyaan, *adverse childhood experiences* sebanyak 30 pertanyaan, serta perilaku antisosial dalam hal ini perilaku impulsif sebanyak 20 pertanyaan.
Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 320 Warga Binaan telah menjadi responden penelitian. Pada hari pertama, 200 Warga Binaan yang terdiri dari 100 kasus narkotika, 91 kasus tindak pidana korupsi, dan 9 kasus pidana umum mengikuti wawancara. Sementara pada hari kedua, sebanyak 120 Warga Binaan kasus pidana umum turut menjadi responden.
Sebelum pengambilan data, peneliti bersama Psikolog Klinis Lapas Kelas I Makassar memberikan pelatihan administrasi instrumen psikologi kepada mahasiswa dan tenaga pendukung yang terlibat dalam penelitian.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, menyampaikan bahwa penelitian akademik di lingkungan Lapas dapat menjadi bagian dari upaya memahami kondisi Warga Binaan secara lebih mendalam.
> “Kami mendukung penelitian yang dilakukan secara ilmiah dan sesuai ketentuan. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan perspektif yang lebih mendalam mengenai kondisi psikologis Warga Binaan dan menjadi bahan pendukung dalam memperkuat pembinaan yang lebih tepat sasaran,” ujar Gumilar.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses penelitian harus tetap memperhatikan keamanan, ketertiban, profesionalisme, serta privasi dan hak-hak Warga Binaan.
Seluruh rangkaian penelitian berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas I Makassar dalam mendukung kolaborasi antara dunia akademik dan pemasyarakatan, sekaligus mendorong pengembangan pembinaan yang semakin humanis, ilmiah, dan tepat sasaran.(humas)


