
Makassar, 10 September 2026 — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar terus memperkuat langkah preventif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan tanggap terhadap potensi keadaan darurat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Makassar, Kamis (10/9).
Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kepala Bagian Tata Usaha Lapas Kelas I Makassar, Muhammad Syukron Anshori, beserta jajaran. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi antara Lapas Makassar dengan instansi terkait, khususnya dalam upaya mitigasi risiko kebakaran serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di lingkungan Lapas.
Dalam koordinasi tersebut, turut dibahas rencana pelaksanaan pelatihan penanggulangan kebakaran dan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi jajaran Lapas Makassar. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam melakukan tindakan awal ketika menghadapi potensi kebakaran, sehingga risiko dapat diminimalkan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih besar.
Kepala Bagian Tata Usaha Lapas Kelas I Makassar, Muhammad Syukron Anshori, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan terhadap potensi bencana merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan Lapas yang aman dan kondusif.
“Mitigasi risiko bukan hanya tentang bagaimana kita bertindak ketika keadaan darurat terjadi, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana kita mempersiapkan diri sejak dini. Melalui koordinasi dan rencana pelatihan bersama Dinas Pemadam Kebakaran, kami ingin memastikan jajaran memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, menegaskan pentingnya membangun budaya kesiapsiagaan serta memperkuat kolaborasi dengan instansi terkait sebagai bagian dari peningkatan kualitas keamanan dan keselamatan di lingkungan Lapas.
“Keamanan dan keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun melalui koordinasi, pemahaman yang baik, serta kemampuan petugas dalam menghadapi berbagai potensi risiko. Kami menyambut baik rencana pelatihan ini sebagai langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas jajaran sekaligus memperkuat sinergi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Makassar,” tegas Gumilar.
Menurutnya, kemampuan menggunakan APAR dan memahami prosedur penanggulangan kebakaran merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki setiap jajaran. Terlebih, lingkungan Lapas memiliki karakteristik khusus yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi setiap kondisi darurat.
Melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi ini, Lapas Kelas I Makassar menunjukkan komitmennya untuk terus membangun sinergi lintas sektor dalam mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, responsif, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko.
Ke depan, rencana pelatihan penanggulangan kebakaran dan penggunaan APAR diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan petugas, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sistem mitigasi risiko di Lapas Kelas I Makassar secara berkelanjutan.(humas)


