Makassar, Rabu (4 November 2026) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar menerima kunjungan Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) dalam rangka melaksanakan peninjauan dan monitoring terhadap pelaksanaan pelayanan publik, pemenuhan kebutuhan dasar, serta berbagai program pembinaan yang berlangsung di lingkungan Lapas Kelas I Makassar.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung bagaimana penyelenggaraan pelayanan pemasyarakatan berjalan, mulai dari aspek pemenuhan hak-hak warga binaan hingga pelaksanaan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Dalam rangkaian peninjauan, rombongan terlebih dahulu mengunjungi dapur Lapas Kelas I Makassar. Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi fasilitas dapur, proses pengolahan makanan, serta makanan yang dipersiapkan untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga binaan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyelenggaraan layanan pemenuhan kebutuhan makan bagi warga binaan berjalan dengan baik, mulai dari ketersediaan fasilitas pendukung hingga kualitas makanan yang disajikan.
Tidak hanya melihat kondisi fasilitas, kunjungan juga menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa pelayanan kebutuhan dasar warga binaan senantiasa mendapatkan perhatian dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Aspek kebersihan, kelayakan fasilitas, serta proses penyediaan makanan menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan layak.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan peninjauan menuju blok hunian Lapas Kelas I Makassar. Di area tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi kamar hunian, lingkungan blok, serta fasilitas yang tersedia bagi warga binaan. Suasana peninjauan berlangsung hangat ketika rombongan berinteraksi dan bercengkerama langsung dengan warga binaan untuk mendengarkan berbagai informasi mengenai pelayanan dan fasilitas yang mereka terima selama menjalani masa pembinaan.
Interaksi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan monitoring karena memberikan ruang komunikasi secara langsung antara rombongan dengan warga binaan. Melalui dialog yang berlangsung secara terbuka, rombongan dapat memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan pelayanan dari sudut pandang penerima layanan, sekaligus mendengarkan masukan terkait kondisi dan kebutuhan warga binaan di dalam lapas.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi area Garmen dan Sanggar Batik Lapas Kelas I Makassar. Di kedua lokasi tersebut, rombongan menyaksikan secara langsung aktivitas pembinaan kemandirian yang melibatkan warga binaan. Pada area Garmen, rombongan melihat kegiatan produksi serta proses pengerjaan berbagai produk, sementara di Sanggar Batik, rombongan melihat aktivitas keterampilan membatik yang menjadi salah satu bentuk pengembangan kreativitas dan kemampuan produktif warga binaan.
Program pembinaan kemandirian tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas Makassar dalam membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha maupun sumber penghidupan setelah menyelesaikan masa pidana. Melalui kegiatan produktif seperti garmen dan membatik, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman dan keterampilan baru, tetapi juga didorong untuk membangun rasa percaya diri, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemandirian.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Gumilar Budirahayu, menyampaikan bahwa kunjungan Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri IMIPAS tersebut menjadi momentum penting untuk melihat sekaligus mengevaluasi berbagai aspek penyelenggaraan pemasyarakatan, baik dari sisi pelayanan maupun pembinaan warga binaan.
“Bagi kami, pelayanan dan pembinaan merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Kami terus berupaya memastikan bahwa hak-hak warga binaan terpenuhi dengan baik, fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, serta program pembinaan benar-benar memberikan manfaat dan keterampilan bagi mereka. Kami juga terbuka terhadap setiap masukan dan evaluasi sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan di Lapas Makassar,” ungkap Gumilar.
Ia juga menegaskan bahwa jajaran Lapas Kelas I Makassar akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, integritas, dan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana monitoring terhadap kondisi dan pelaksanaan pelayanan di lapangan, tetapi juga menjadi bentuk penguatan koordinasi dan evaluasi guna memastikan setiap program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kehadiran rombongan diharapkan dapat memberikan perspektif serta masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan di lingkungan Lapas Kelas I Makassar.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas I Makassar kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang berkualitas, transparan, dan humanis, serta menyelenggarakan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan sebagai bekal bagi warga binaan untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.(humas)


