
Barru – Pengadaan paket buku koleksi perpustakaan Sekolah Dasar (SD) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten Barru dengan nilai Rp26.000.000 mendapat sorotan dari kalangan aktivis pemerhati kebijakan publik.
Mereka menilai, penggunaan anggaran negara untuk sektor pendidikan seharusnya benar-benar transparan dan akuntabel, agar manfaatnya tepat sasaran bagi peserta didik.
“Buku adalah kebutuhan penting untuk mendukung literasi siswa. Namun, dalam pengadaan dengan nilai puluhan juta rupiah, harus dipastikan tidak ada praktik mark up atau penyimpangan,” ujar salah seorang Syarif.
Syarif juga mendorong agar pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Barru, membuka informasi detail terkait jenis buku yang diadakan, jumlah eksemplar, hingga distribusinya ke sekolah penerima. Hal ini penting agar publik dapat ikut mengawasi.
“Pengadaan ini harus sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan sekolah. Jangan sampai hanya formalitas proyek, sementara mutu buku rendah atau tidak relevan dengan kurikulum,” tegasnya.
Mereka berharap Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dapat turut mengawasi program pengadaan tersebut. Jika ditemukan indikasi kejanggalan, aktivis meminta aparat penegak hukum (APH) untuk segera menindaklanjuti.
Diketahui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru menganggarkan Paket Buku Koleksi Perpustakaan SD TA 2024 (DAK)
Harga satuan : 26,000,000
Total produk : 5 item
Total harga produk : 130,000,000
Nama penyedia : CV. SG
Syarif juga menyoroti pengadaan Prosotan Terowongan PAUD TA 2024 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Barru dengan Harga satuan : 12,875,000
Total produk : 8 item
Total harga produk : 103,000,000
Nama penyedia : CV. PEI
Hingga berita ini diterbitkan, Media ini mengajukan surat Konfirmasi pekan lalu pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru belum memberikan tanggapan terkait pengadaan paket buku koleksi perpustakaan SD dan pengadaan Prosotan Terowongan PAUD tersebut.


