
Jawa Barat – Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar melaksanakan kunjungan pembelajaran ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mutiara Bogor Raya, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 15 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan Urban Farming Terintegrasi dan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Makassar.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperoleh informasi dan mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang dinilai sebagai salah satu solusi efektif dalam mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Dalam kegiatan ini, rombongan Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar mendapatkan pemahaman mengenai berbagai tahapan pengolahan sampah organik, mulai dari proses pemilahan, penguraian menggunakan maggot BSF, teknik budidaya dan pemeliharaan maggot, hingga pemanfaatan hasil budidaya sebagai pakan alternatif bagi sektor perikanan dan peternakan serta sebagai bahan pupuk organik.
Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan pembelajaran ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat implementasi program Urban Farming Terintegrasi yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.
Menurutnya, konsep Urban Farming Terintegrasi tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga mengintegrasikan sektor peternakan, perikanan, budidaya maggot, dan pengelolaan sampah dalam satu sistem yang saling mendukung untuk menciptakan lingkungan yang produktif dan berkelanjutan.
“Melalui kunjungan ini, kami memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman terkait pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot yang telah berhasil diterapkan di TPST Mutiara Bogor Raya. Inovasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kota Makassar sebagai solusi pengurangan sampah sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Aulia Arsyad.
Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar berharap berbagai inovasi dan praktik baik yang diperoleh selama kunjungan dapat diadaptasi dan diterapkan di Kota Makassar. Selain mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif, pengembangan budidaya maggot juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat serta mendukung ketersediaan pakan alternatif yang berkelanjutan.
Melalui penguatan Urban Farming Terintegrasi, Pemerintah Kota Makassar terus berkomitmen mewujudkan ketahanan pangan berbasis masyarakat sekaligus mendukung terciptanya Makassar Mulia yang bersih, hijau, produktif, dan berkelanjutan.


