
Gowa – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros melaksanakan kegiatan studi tiru ke Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa dan Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan serta penguatan tata kelola pemasyarakatan, Rabu (22/04). Kegiatan tersebut diikuti jajaran petugas Lapas Maros bersama peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 2 dengan semangat belajar dan berbagi pengalaman antarsatuan kerja.
Kunjungan pertama dilaksanakan di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa dan diterima langsung oleh Kepala Lapas Perempuan, Yohana Widayati, beserta jajaran. Dalam kesempatan itu, rombongan Lapas Maros bersama peserta MagangHub meninjau berbagai program pembinaan, pelayanan administrasi, serta inovasi yang diterapkan dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan studi tiru ke Lapas Narkotika Kelas IIA Sungguminasa. Kedatangan rombongan disambut Kepala Lapas Narkotika, Gunawan, yang memaparkan sejumlah program unggulan, khususnya dalam bidang pembinaan kemandirian, serta langkah-langkah rehabilitasi bagi warga binaan.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran Lapas Maros bersama peserta MagangHub memperoleh banyak masukan terkait penerapan sistem kerja yang efektif, peningkatan disiplin organisasi, serta strategi pengembangan layanan publik. Hasil studi tiru ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam menghadirkan berbagai inovasi di Lapas Maros.
Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan studi tiru merupakan sarana penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat sinergi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan.
“Kami ingin terus belajar dari satuan kerja lain yang telah menghadirkan program yang baik. Melalui studi tiru ini, kami berharap kualitas pelayanan, pembinaan, dan kinerja organisasi di Lapas Maros semakin meningkat,” ujar Imran.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi wadah pertukaran informasi, studi tiru ini juga mempererat hubungan antar UPT di wilayah Sulawesi Selatan serta memberikan pengalaman langsung bagi peserta MagangHub dalam memahami praktik pemasyarakatan di lapangan guna mewujudkan sistem yang semakin profesional, akuntabel, dan bermanfaat bagi masyarakat.(humas)


