
Maros – Pekerjaan proyek drainase di Desa Tellumpoccoe Kabupaten Maros saat ini tengah menjadi sorotan publik menyusul dugaan serius mengenai penggunaan material batu bekas.
Kekhawatiran utama muncul terkait kualitas dan daya tahan infrastruktur yang dibangun, di mana masyarakat setempat dan beberapa pihak mengindikasikan bahwa penggunaan batu bekas ini tidak sesuai dengan spesifikasi teknis
Selain itu, dugaan ini memicu pertanyaan mengenai transparansi anggaran, mengingat seharusnya material baru yang digunakan untuk proyek berskala publik.
Dugaan penyimpangan ini telah memicu desakan dari berbagai elemen untuk segera dilakukan investigasi mendalam guna memastikan akuntabilitas pelaksana proyek dan menjamin bahwa dana masyarakat benar-benar digunakan secara efektif dan sesuai peruntukannya.

Dikonfirmasi kepala desa Tellumpoccoe Daniel saat di hubungi hanya mengarahkan kepada pihak pelaksana untuk memberikan klasifikasi.
Sementara itu, pihak pelaksana atas nama Lukman saat dikonfirmasi terkait penggunaan batu bekas pada pekerjaan mengatakan “nanti saya suruh tukang ganti” ucapnya.
Diketahui pembangunan drainase di Desa Tellumpoccoe Kabupaten Maros menelan anggaran 55 juta dengan volume pekerjaan 100 meter.


