
Makassar — Lapas Kelas I Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, praktik penipuan, serta berbagai barang terlarang lainnya melalui pelaksanaan ikrar bersama yang dirangkaikan dengan sidak gabungan, sosialisasi bahaya narkoba, hingga tes urine bagi pegawai dan warga binaan, Jumat (8/5).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka penguatan pemberantasan Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di seluruh satuan kerja pemasyarakatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat pengawasan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi beserta jajaran, Satops Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel, unsur TNI, Polri, BNN, serta rekan-rekan media yang turut menyaksikan jalannya rangkaian kegiatan secara langsung.
Pelaksanaan ikrar berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti seluruh jajaran petugas Lapas Kelas I Makassar. Melalui ikrar tersebut, seluruh petugas menyatakan komitmen bersama untuk tidak terlibat dan tidak memberikan ruang terhadap peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, praktik penipuan, maupun masuknya barang-barang terlarang lainnya ke dalam lingkungan lapas.
Usai pembacaan ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan sidak gabungan kamar hunian warga binaan yang melibatkan petugas Lapas Makassar bersama Satops Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel, TNI, Polri, dan BNN. Sidak dilakukan secara menyeluruh sebagai langkah deteksi dini dan upaya preventif guna memastikan kondisi lapas tetap aman, tertib, dan kondusif serta terbebas dari barang-barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Selain sidak, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi bahaya narkoba kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan seluruh pegawai Lapas Kelas I Makassar. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai dampak buruk penyalahgunaan narkoba sekaligus mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan produktif.
Sebagai bentuk penguatan komitmen dan transparansi, seluruh pegawai serta sejumlah warga binaan turut menjalani tes urine. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memastikan tidak adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas Makassar sekaligus menunjukkan keseriusan jajaran pemasyarakatan dalam menjaga integritas institusi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan konferensi pers bersama media sebagai bentuk keterbukaan informasi publik sekaligus penegasan kepada masyarakat bahwa Lapas Kelas I Makassar akan terus konsisten memperkuat pengawasan dan pengamanan demi mewujudkan lapas yang bersih dari narkoba, handphone ilegal, praktik penipuan, dan berbagai barang terlarang lainnya.
Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk aksi nyata dalam menjaga marwah pemasyarakatan dan memperkuat integritas petugas.
“Komitmen ini harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas ikrar. Kami tidak memberi ruang terhadap peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, maupun praktik penipuan di dalam Lapas Makassar. Bersama seluruh stakeholder, kami akan terus memperkuat pengawasan, meningkatkan sinergi, dan menjaga integritas demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih, dan berintegritas,” tegas Sutarno.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, Rudy Fernando Sianturi mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan Lapas Makassar dalam mendukung upaya pemberantasan Halinar dan praktik penipuan di lingkungan pemasyarakatan.
“Sinergi dan komitmen bersama menjadi kunci utama dalam menciptakan lapas dan rutan yang bersih serta berintegritas. Kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan,” ujarnya.
Sebagai wujud komitmen berkelanjutan, Lapas Kelas I Makassar akan terus meningkatkan pengawasan, memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dan stakeholder terkait, serta mengoptimalkan langkah deteksi dini guna mencegah masuk dan beredarnya narkoba, handphone ilegal, praktik penipuan, maupun barang-barang terlarang lainnya di dalam lapas.
Melalui semangat kebersamaan dan integritas, Lapas Makassar berkomitmen menghadirkan sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih, dan humanis sesuai dengan semangat reformasi pemasyarakatan.(humas)


