
MAKASSAR – Dalam upaya memberikan pembinaan kerohanian secara menyeluruh serta pengobatan non-medis bagi Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar menggelar kegiatan Ruqyah Syari’ah bertempat di Masjid Da’watul Ihsan Lapas, Sabtu (26/09/2026).
Kegiatan spiritual ini diselenggarakan atas kerja sama Lapas Kelas I Makassar dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Ruqyah Syariyyah Indonesia (ARSYI) Sulawesi Selatan dalam rangkaian program Safari Dakwah.
Sebanyak 6 orang peruqyah dari DPW ARSYI Sulsel hadir langsung untuk memberikan pencerahan, pembacaan doa, serta terapi sesuai petunjuk syariat Islam. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan pengobatan spiritual bagi Warga Binaan yang terindikasi mengalami gangguan mental maupun penyakit non-medis.
Kepala Bidang Pembinaan Narapidana, Jimmy Rahmat Tumengkol, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian seperti ini penting untuk memulihkan kondisi fisik dan mental para Warga Binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
”Melalui terapi Ruqyah Syari’ah ini, kita berharap Warga Binaan dapat merasakan ketenangan batin, memperkuat benteng iman, serta terbebas dari berbagai gangguan medis maupun non-medis. Pembinaan jiwa adalah fondasi penting dalam proses pemasyarakatan,” ujar Jimmy.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, lancar, dan kondusif. Warga Binaan tampak khusyuk dan antusias mengikuti setiap tahapan doa dan terapi yang diberikan. (Humas)


