
Makassar – Warga kelurahan Jongaya menggelar Pesta Rakyat dengan sangat meriah di Jalan Muhammad Tahir, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Sabtu, (29/8/2026).
Bertajuk “Gaukanga Ri Jongaya”, siapa sangka seorang Maestro Pasinrili di Sulawesi Selatan (Sulsel), Haeruddin Daeng Nassa terlibat langsung dalam rangkaian acara ini. Selain itu, Rahmat Soni Daeng Romo juga terlihat pada pesta rakyat tersebut. Dengan sapaan akrabnya, Daeng Romo adalah seniman top papan atas yang saat ini menjadi legenda bagi kalangan para seniman di Sulsel.
Ketua panitia Gaukanga Ri Jongaya, Rizal Fachruddin mengatakan bahwa pertunjukan seperti ini sempat hilang dalam beberapa tahun lalu di lingkungannya. Namun kali ini, dirinya mengungkap akan mempertahankan kembali kegiatan tersebut karena dulunya acara ini dijadikan tradisi setiap tahun bagi masyarakat di jongaya.
” Soal pelaksanaan Pesta Rakyat seperti ini sebenarnya kami sempat kehilangan sejak 4 tahun lalu, tapi tidak menutup kemungkinan dengan terselenggaranya kembali kali ini saya selaku ketua umum panitia berencana akan konsisten mempertahankan kegiatan yang dulunya memang sudah jadi agenda tradisi setiap perayaan HUT RI bagi remaja di lingkungan jongaya,” ujar Ichal, sapaan Rizal Fachruddin.
Lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai tanda bahwa kegiatan malam pesta rakyat Gaukanga Ri Jongaya di mulai. Menyusul beberapa pertunjukan seni yang akan mengisi acara tersebut hingga penerimaan hadiah bagi pemenang lomba yang terlaksana pekan lalu.
Namun siapa sangka, meski bermodalkan swadaya masyarakat Gaukanga Ri Jongaya ternyata terselenggara begitu meriah. Dari pantauan di lapangan, kerumunan penonton begitu padat begitupun para tamu undangan yang hadir. Dengan seperti itu, apresiasi setinggi-tingginya dari Ical teruntuk seluruh warga masyarakat, panitia pelaksana, dan para relasi yang turut berpartisipasi dalam kegiatannya.
“Alhamdulillah, berhubung ini pesta rakyat tentunya kita sebagai warga negara wajib lah bersama mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, bagi saya sebagai bangsa negara itu sudah jadi ritual setiap ingin memulai kegiatan apapun guna saling mengingatkan dan meningkatkan kesadaran diri kita bersama,” imbuhnya.
“Tadi kita sudah menampilkan beberapa pertunjukan seni mulai dari Pasinrili, Tari Paddupa, Angngaru, Tari Sulawesi, Drama Gaukanga Ri Jongaya, dan Rampaq Gendang. Ya Allah, luar biasa tadi penontonnya pecah karena 500 kursi panitia siapkan masih sangat kurang dan banyak memilih berdiri bahkan 4 setapak kanal dipenuhi penonton. Terima kasih banyak untuk para penyumbang yang turut membantu pelaksanaan pesta rakyat malam ini.” tambahnya.
Salah satu penonton berasal dari Kabupaten Jeneponto, Rahmat mandir (37) merasa takjub dengan semua rangkaian pesta rakyat Gaukanga Ri Jongaya. Menurutnya semua pertunjukan yang ditampilkan malam ini sangat mewah. Perjalanan jauh ia tempuh kini terbayar lunas usai menonton pertunjukan yang diselenggarakan itu.
“Luar biasa ini acara kalau dilihat semuanya bukan acara biasa ini, bagi saya pribadi malam ini tidak rugi jauh-jauh dari jeneponto datang makassar untuk menonton semua rangkaian gaukanga ri jongaya.” Tandasnya.(*)


