
Makassar — Ayah korban penikaman di Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar dg. Tallasa, membantah pemberitaan di sejumlah media elektronik yang menyebut anaknya meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut sang ayah, korban sebenarnya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit dan bahkan masih sempat berbicara sebelum akhirnya meninggal dunia.
“Tidak benar anak saya meninggal di tempat. Dia masih sempat dibawa ke rumah sakit dan sempat berbicara, saya juga menanyakan apa salahmu sampai pelaku tega melakukan itu,” ujar ayah korban dengan nada sedih, di Warkop Rudhi jalan Tarakang Rabu (12/11/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai klarifikasi atas beredarnya beberapa pemberitaan yang dinilai tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Ia menegaskan, sebelum meninggal, anaknya masih dalam kondisi sadar dan sempat menyampaikan kata-kata terakhir kepada Saya (dg.Tallasa ayah korban) yang menemaninya di rumah sakit.
Keluarga korban berharap agar media berhati-hati dalam memberitakan kasus ini dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Selain itu, keluarga juga kembali menegaskan permintaan mereka kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki secara mendalam kasus tersebut, termasuk menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi yang bisa mengungkap kronologi sebenarnya.
Kasus penikaman yang menewaskan seorang pemuda di Kelurahan Buntusu ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Sejumlah saksi telah diperiksa dan barang bukti diamankan untuk mengungkap motif serta pelaku di balik peristiwa tragis tersebut.


